Friday, April 27, 2012

NGUMBUT UDANG



Oleh : Darmawan
Di pagi buta dengan udara yang dingin terasa menembus kulit sekitar pukul 02.38 wib terdengar olehku suara mesin perahu motor dihidupkan, itu adalah pertanda  para nelayan yang ada dikampungku akan pergi melaut untuk mencari udang dan ikan.
hal ini sudah tak asing lagi terdengar ditelingaku karena setiap hari mereka lakoni, dan  bagi mereka lautan adalah sumber rezeki yang selalu mereka garap sebagai nelayan. Untuk menuju laut para nelayan keluar sewaktu air sungai masih pasang jika terlambat tidak bisa melaut dikarenakan air surut sungai bisa sampai kering begitu juga sebaliknya jika pulang harus menunggu air pasang. 
Jarak yang mereka tempuh untuk menebar jaring juga tak tentu tergantung dari ada atau tidaknya barang yang dicari, bisa jauh bisa dekat jika sekali tebar kosong mereka akan pindah ketempat lain. Ada hal yang menarik ketika para nelayan mendapatkan hasil yang banyak dalam bahasa setempat ngumbut, jaring-jaring yang penuh udang dan ikan segera dibawa pulang kepangkalan nelayan untuk dilepas dari jaring.
Dalam hal ini akan terlihat pemandangan begitu banyak orang ikut serta dalam membantu para nelayan untuk melepas atau melupus hasil yang ada dijaring. Mereka yang ikut membantu melupus  tidak diberi diupah dengan uang tetapi diberi ikan hasil tangkapan untuk udang diambil oleh nelayan itu sendiri. Jika tidak dibantu dengan beramai, bisa sampai kemalaman dan hasil udang maupun ikan sudah mulai busuk.     

TENGKUYUNG BAKAU



Oleh : Darmawan
Bakau memiliki manfaat yang sangat besar bagi daerah pesisir sebagaimana tempat tinggalku dipaloh, hutan bakau yang masih terjaga dengan baik ini menyimpan berbagai macam potensi yang ada didalamnya.
Selain tempat ikan berkembang biak juga ada burung, monyet, kepiting, kepah, remis, dan yang satu ini tak kalah menariknya adalah tengkuyung. Walau kecil namun memiliki nilai ekonomis, kegiatan mencari tengkuyung di hutan bakau biasa dilakukan para orang tua bahkan anak-anak.
Untuk sekarang ditempatku harga 1 Kg dijual dengan harga Rp.10.000, untuk melihat tengkuyung ini yang paling baik adalah sewaktu air pasang. Mereka akan memanjat pohon tapi tidak terlalu tinggi hanya sebatas tidak tenggelam karena bukan jenis binatang yang hidup di air, jadi lebih mudah dalam mengambil tengkuyung ini.
Sewaktu air surut mereka akan turun lagi dari pohon, Karena tidak bisa jalan mundur para tengkuyung ini turun dengan cara  menjatuhkan diri kebawah. Bagi masyarakat dalam hal menyajikan tengkuyung bisa direbus begitu saja atau yang tren dikampung maupun dikota dicampur dengan sayur keladi rasanya enak…Tengkuyung yang ada dialam bisa juga dipelihara semacam tambak, dalam hal ini kita hanya perlu membuat parit sekitar 0.5mx0.5m setiap petakan agar tengkuyung tidak berjalan atau nyebrang ketempat lain dan tidak lupa diberi pagar untuk keamanan. Untuk tambak kuyung yang ada ini tidak perlu diberi pakan lagi dan hal ini pernah diajukan program untuk masyarakat pesisir dalam memanfaatkan areal hutan bakau dengan tanpa merusak dan diakui sebagai program satu-satunya di Indonesia karena belum pernah diajukan oleh daerah lain. Namun sayang tidak ada tindak lanjut setelah itu, jadi mudah-mudahan untuk kedepan program ini bisa dilanjutkan dan menjadi salah satu nilai tambah untuk daerah ini.

Saturday, April 21, 2012

MOTOR PENGANGKUT BARANG DIPERBATASAN

                                                                                    Oleh : Darmawan
Motor adalah salah satu alat transportasi yang banyak digunakan, masyarakat didaerah pelosok perbatasan motor-motor ini digunakan untuk mengangkut barang kedaerah yang tidak bisa dimasuki atau dilewati mobil.
Sebelum dijadikan alat pengangkut, motor terlebih dahulu dimodif supaya mampu membawa beban berat dengan memerlukan tambahan biaya yang cukup lumayan besar seperti shock breaker yang harus di double dan ditambah besi pada depan dan belakang untuk tempat barang.
Angkutan paling berat yang pernah dibawa adalah bensin bisa mencapai 400 liter dibawa dari SPBU yang ada, belum lagi mengangkut gula dan tabung gas dari border aruk harus melewati pegunungan dengan kondisi jalan yang tidak mulus. Selain itu juga diperlukan untuk mengangkut keperluan bahan makanan, bahan bangunan  untuk desa temajuk yang saat ini hanya bisa dibawa dengan motor karena harus menyeberangi sungai sumpit dengan mengunakan perahu.

Pernah ada kejadian ketika itu akan memasukkan motor keperahu dan waktu itu air surut jadi jembatan menjadi curam  akhirnya bukan masuk perahu tapi sungai.Tentunya perkerjaan ini memerlukan stamina badan yang fit begitu juga motornya, bagi kita yang tidak pernah melaksanakan perkerjaan ini tentunya ngeri dengan beban barang yang mereka bawa namun ada juga yang memuji karena didaerah mereka belum pernah melakukan hal seperti itu.                     

ASIKNYA NGEBLOG



Oleh : Darmawan
Ngeblog bagiku suatu pengalaman yang baru dan menyenangkan, semenjak ada pelatihan blog dari kawan-kawan wartawan yang tergabung di Border Bloger Movement mulai terbuka jendela dunia baru.
Dulu sering mengangap hal-hal yang ada di sekitarku biasa-biasa saja dan tak dihiraukan apalagi jika ada permasalahan atau ingin mengungkapkan sesuatu tidak tau cara dan di mana tempatnya. 
Namun sekarang hal sekecil apapun bisa menjadi menarik dan berbekal sedikit ilmu photografer dari hasil kegiatan panda klik ditahun lalu digabung dengan ilmu jurnalis di BBM jadi deh jurnalis kampung he…dengan adanya blog ini bisa saling bertukar informasi dengan kawan-kawan yang ada disetiap perbatasan KALBAR. Sekali kali boleh dong fhoto saya muncul, ada kisah menarik ketika ngeblog dengan laptop tua. Begitu mau posting pasang modem leletnya minta ampun sehingga harus keluar dari kampungku jeruju menuju kewarnet atau ketempat yang bagus sinyalnya dengan jarak lumayan jauh sehingga tidak setiap waktu bisa posting. Walaupun dalam kondisi demikian dan masih banyak kekurangan disana sini aku akan terus belajar untuk memperbaikinya, karena menuntut ilmu yang baik-baik wajib hukumnya. Terima kasih kawan-kawan BBM semoga setiap amal perbuatan yang baik diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.

TIKAR PUDAK


Oleh : Darmawan
Pudak nama jenis tumbuhan yang memiliki duri dari batang sampai kedaun banyak terdapat didaerahku paloh dan sudah dikenal masyarakat sambas pada umumnya dari sejak dulu, ternyata bisa digunakan untuk bahan membuat tikar dan hampir setiap rumah memilikinya . 
Sekilas pudak ini mirip dengan  pandan namun tumbuhan ini bisa tumbuh besar dan memiliki buah mirip dengan nenas, jika sudah matang berwarna merah namun sayang tidak bisa dimakan. Untuk membuat tikar pudak yang diambil adalah daunnya, proses pembuatanya tidak erlalu sulit sama  seperti    tikar-tikar yang lain. Pertama yang harus dilakukan adalah membuang duri yang ada dipinggir daun, kemudian di jemur hingga berwarna kecoklatan. Setelah itu dipotong memanjang dibuat ukuran sesuai yang diinginkan ada yang lebar 8 cm sampai 28 cm dan jika ingin tikar lebih menarik diberi warna. Setelah proses tadi dilaksanakan baru dianyam dengan ukuran panjang dan lebar disesuaikan dengan permintaan, tikar ini sangat cocok untuk daerah tropis karena tidak panas.         

SOSIALISASI SL-PTT TAHUN 2012



Oleh : Darmawan

Sosialisasi Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu atau SLPTT, dilaksanakan di Balai Pengelola Kecamatan Paloh yang berada di guntong Desa Mentibar pada tanggal 19 April 2012. Hadir dalam Sosialisasi kali ini KabidTanaman Pangan H. Nazimi, Kasi SL-PTT Abdul Gani, Kasi Perlindungan Tanaman Pangan Iswadi serta para penyuluh pertanian lapangan dan diikuti peserta dari perwakilan kelompok tani sekecamatan paloh yang terdiri dari delapan desa. 
Adapun maksud dan tujuan SL-PTT adalah untuk memberikan pelajaran atau tambahan ilmu kepada kelompok tani secara langsung dilapangan bagai mana cara  meningkatkan hasil tanaman padi. Mulai dari perencanaan biaya, mempersiapkan benih, lahan, cara menanam serta mengenal berbagai macam penyakit pada tanaman padi dan melaksanakan pencegahan maupun pengobatan.
Dengan tambahan ilmu yang diberikan akan meningkatkan pengetahuan akan cara bercocok tanam yang baik dan benar, agar program pemerintah tentang surplus beras dari tahun ketahun dapat tercapai. Bagai mana tidak dengan perkembangan pembangunan yang ada luas lahan pertanian semakin sedikit, banyak kita perhatikan  lahan pertanian  berubah menjadi gedung dan lahan-lahan yang ada menjadi perkebunan sawit. Jika hal ini tidak diatasi maka akan terjadi krisis pangan, di Indonesia setiap tahunnya 1 orang mengkonsumsi beras 139,5 kg sedangkan Negara luar tidak sebesar kita dalam hal mengkonsumsi beras. Untuk dikabupaten sambas dari tahun yang lalu hasil padi berjumlah 307 ribu ton dan mengalami surplus, khusus dipaloh menghasilkan 20 ribu ton. Semoga kegiatan ini membawa pertanian kita menjadi lebih baik.             

Tuesday, April 17, 2012

PEREMPUAN PEMECAH BATU


                                                                                    Oleh : Darmawan

Ini adalah salah satu potret perjuangan hidup yang ada di tempatku, apapun perkerjaannya yang penting halal akan dilakukan.  Pemecah batu adalah jenis pekerjaanya, selain laki-laki ada juga perempuan.
Jika masuk kedusun setingga akan melihat tumpukan-tumpukan batu-batu ditepi jalan dekat rumah warga, untuk menambah penghasilan keluarga para perempuan ini juga turut serta dalam pekerjaan ini.
Batu adalah bahan material yang banyak digunakan dalam kegiatan pembangunan, termasuk didesaku sebubus  banyak yang menggunakan batu ini untuk kegiatan pembangunann baik jalan, rumah dan sebagainya.
Batu-batu ini didapat dari penggalian atau pengambilan batu yang ada digunung bulat sekitar 2 Km dari tepi jalan raya, batu-batu besar dipecah kemudian diangkut kedusun setingga untuk dikumpulkan karena dekat dengan gunung.
Disinilah batu akan dipecah lagi sesuai permintaan pasar ada ukuran 10-15, 5-7, 2-3. Dalam hal memecah batu tentunya diperlukan keahlian dan kewaspadaan jika tidak pecahan-pecahan batu bisa saja melukai sipemecah. Untuk mendapatkan satu kubik batu dalam sehari belum tentu bisa didapat para perempuan ini, untuk satu kubik batu diberi upah Rp. 50.000. Dan kalau musim hujan, batu-batu ini tidak bisa dibawa keluar dari gunung karena jalanan becek dan licin, ini bearti pekerjaan memecah batu terhenti.   


Saturday, April 14, 2012

PADDAK DAN BELACAN ASLI PALOH


Oleh : Darmawan
Siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini yaitu paddak atau kate orang ponti disebut calok, terbuat dari anak udang atau bubuk hasil dari nelayan togok. Ada beberapa pembuat paddak yang ada didusunku jeruju desa sebubus kecamatan paloh, salah satunya sebut saja endek renah yang selalu membuat Paddak sebagai kegiatan home industri.

Adapun proses pembuatan yang dilakukan pertama anak udang yang menyatu dengan ikan-ikan kecil dipisahkan lalu dicuci dan ditiriskan, lalu dimasukkan kedalam wadah seperti ember atau tempayan kemudian diberi gula dan garam sesuai dengan banyaknya bubuk lalu dibiarkan selama empat malam. Nah setelah itu bubuk sudah menjadi paddak dan siap untuk di konsumsi, dalam hal ini paddak ada juga yang diberi warna sesuai dengan keinginan konsumen.

Biasanya di masyarakatku menghidangkan paddak selain untuk makanan sehari-hari juga untuk pesta perkawinan, dan cara menghidangkannya ada yang dimasak terlebih dahulu dan ada juga langsung dimakan begitu saja tergantung selera masing-masing tentunya untuk lebih nikmat ditambah cabe deh. Untuk belacan atau terasi mengunakan bahan yang sama hanya berbeda adalah cara pembuatannya, bubuk yang sudah bersih dijemur kemudian ditumbuk dilesung dan memerlukan  beberapa kali proses penumbukan sampai bahan menyatu baru dibentuk sesuai keinginan sipembuat dan belacan sudah siap untuk dibuat sambal. Proses pembuatan maupun kemasan paddak dan belacan yang ada masih sangat sederhana mudah-mudahan yang akan datang  lebih baik lagi. Bagi yang mau mencoba paddak dan belacan asli dari paloh tinggal kontak aja ya….              


Sunday, April 8, 2012

SELAMAT DATANG KOPASUS


Oleh : Darmawan
 
Beberapa hari yang lalu KOPASUS hadir ditempatku, tepatnya tanggal 4 April 2012 dilakukan acara pembukaan yang dihadiri para Pejabat Kabupaten, petinggi ABRI, Kepolisian serta para undangan dari berbagai instansi dan kalangan  masyarakat yang disambut dengan gembira. 

Expedisi Khatulistiwa adalah tema dari kegiatan Kopasus kali ini yang berposko dimerbau Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Ada beberapa elemen juga turut serta dalam kegiatan ini seperti Paskhas, Marinir, Batalion 641 serta mahasiswa dan lain-lain, dalam hal ini Kopasus adalah sebagai penyelenggara. 

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan selama lebih kurang 3 bulan, dan secara garis besar aktivitas yang akan dijalankan   seperti exspedisi Patok batas wilayah yang dimulai dari titik nol ditanjung Datok jika dilihat dipeta tepat berada di ekor pulau Kalimantan juga tentang lingkungan hidup, penelitian flora dan fauna serta penelitian pertambangan. 

Yang satu ini juga tidak kalah pentingnya yaitu Pembangunan tower komunikasi  yang sudah dinanti oleh mayarakat temajuk yang mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa kring. Untuk kegiatan dimasyarakat juga ada seperti gotong royong, pembangunan jalan, pembersihan dan penanaman pohon di tepi jalan juga di lingkungan masjid-masjid. 

Kedatangan Kopasus mengingatkan kita pada masa lalu ditahun tujuh puluhan ketika itu  hadir pasukan RPKAD serta pasukan yang lain, walaupun berbeda misi paling tidak bisa mengobati rasa rindu mayarakat yang teringat akan orang-orang yang mereka kenal dahulu. Selamat menjalankan tugas Bapak-Bapak Exspedisi Khatulistiwa, Kami do'akan semoga dalam keadaan sehat selalu.                

Saturday, April 7, 2012

BANG LEMAN SI TUKANG PERAHU


sedang bikin perahu
Oleh : Darmawan

Mayoritas pendudukku adalah nelayan, karena letak kampung yang berdekatan dengan laut  dan sungai. maka keberadaan perahu motor sangat penting sebagai sarana sumber pendapatan nelayan.   

Dalam hal ini tentunya tidak semua orang bisa membuat perahu, untuk memenuhi kebutuhan akan perahu ini tentunya diperlukan orang yang ahli dalam bidang ini. Sebut saja bang leman bertempat tinggal di Dusun jeruju Desa Sebubus yang sudah menekuni profesi ini lebih kurang belasan tahun. 

Menurut bang leman perahu motor yang di buat tidak terlalu besar dikarenakan para nelayan yang ada ditempatku mencari ikan dan udang tidak telalu jauh ketengah laut dan waktunya juga tidak lama paling satu hari sudah pulang tapi terkadang ada juga yang memesan ukuran besar. Ukuran perahu yang dibuat olehnya juga berpariasi, ada yang panjangnya 7 meter lebih dan lebar 1.80 meter dan dalam waktu 3 minggu sudah bisa  selesai tergantung dari bahan yang ada. Untuk satu unit perahu motor menghabiskan biaya sekitar 2,8 juta rupiah ( tergantung besar kecilnya perahu ). Semoga usahanya terus maju ya …

UJI KOMPETENSI BALON KEPALA DESA


Oleh : Darmawan

Uji kompetensi balon kepala desa dilakukan tanggal 5 maret 2012 di aula kantor camat Paloh,  para balon datang dari tiga desa yang ada di kecamatan Paloh Yaitu Sebubus, Kalimantan dan Matang Danau.

Kegiatan  ini dimaksudkan untuk memeriksa kelengkapan berkas dan uji kompetensi para balon dengan menjawab pertanyaan tertulis maupun wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon dalam pemilihan kepala desa yang akan dilaksanakan didesa masing-masing. 

Pengujian ini dilakukan oleh tim fasilitasi pilkades Kabupaten Sambas seperti Teguh Hardiansyah, S.Sos.M.Si, Drs. Effendi dan Suryadi.F. Secara keseluruhan yang melaksanakan  pilkades dalam wilayah Kabupaten Sambas berjumlah 100 Desa. Khusus bagi desa yang ada diperbatasan  yaitu desa sebubus dengan memiliki wilayah yang luas, isu untuk pemekaran desa sangatlah gencar terdengar hal ini tentunya membawa angin segar untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Apalagi dengan visi misi setiap balon mudah-mudahan dapat tercipta desa yang maju bukan hanya slogan belaka.              

NELAYAN TOGOK


inilah bentuk togok
Oleh : Darmawan
mengambil udang dan ikan yg masuk ke togok

Togok merupakan alat tangkap nelayan dibuat menggunakan batang nibung yang dibentuk seperti gawang dan diberi jaring berbentuk segi tiga. Untuk membuat satu gawang memerlukan biaya lebih kurang 1.5 juta rupiah. 

Untuk togok dapat kita jumpai disepanjang sungai Paloh mulai dari jeruju sampai merbau. Su supri salah seorang nelayan menuturkan jaring togok dipasang ketika air bergerak surut, ketika arus air sungai mulai deras disaat itulah udang dan ikan masuk dan berakhir setelah air jauh surut baru  jaring togok diangkat.

Untuk mengambil hasil udang dan ikan yang masuk ke jaring togok biasanya dilakukan dua kali. Berbagai  jenis udang masuk kedalam togok   ini seperti uka, pici, dogol, wangkang begitu juga dengan berbagai jenis ikan. 

Adadua jenis nelayan togok yang membedakannya adalah dari jaring yang dipasang, yang bermata  besar untuk ikan dan udang besar sedangkan jaring bermata halus khusus untuk menangkap bubuk atau anak udang yang disebut nyadak sebagai bahan membuat pedak (calok) dan belacan (terasi).   

Kegiatan ini dilakukan sebulan dua kali ketika air ruap, dalam satu hari bisa dua kali menurunkan jaring dan waktunya juga berbeda-beda tergantung dari kapan pasang surutnya air.Untuk Perputaran air setiap hari diperkirakan perbedaan waktunya satu jam. Untuk mengisi waktu Sebelum mengangkat togok lebih asik  sambil memancing.           



Sunday, April 1, 2012

NGAMPING


Oleh : Darmawan

Sekitar pukul 15.30 wib disaat aku sedang duduk santai diteras depan rumah, terdengar olehku suara alu lesung berbunyi. Rasa penasaran ada apa gerangan  setelah kulihat ternyata ada ibu-ibu tetangga rumahku sedang melakukan sesuatu. 

Ku coba menghampiri dan bertanya kepada salah seorang dari mereka. Agek ngape ye ndek renah, ngamping wan jawabnya. Ngamping merupakan tradisi masyarakat yang dilakukan saat panen padi, dalam proses pembuatan emping ini tidak terlalu sulit.

Pertama-tama padi yang digunakan adalah jenis pulut atau ketan karena lembut, lalu padi digonseng selama beberapa menit setelah itu baru ditumbuk menggunakan alu lesung. 

Setelah selesai ditumbuk baru dipisahkan antara kulit padi dengan isinya jadi deh emping. Emping sudah siap untuk disajikan sesuai selera masing-masing bisa di buat seperti quaker oat atau dimakan dengan parutan kelapa muda dan gula merah rasanya lezat sekali. 

Jangan lupa sambil menikmati emping, memutar lagu-lagu sambas yang judulnya alok galing  pasti bertambah asik dan semoga kegiatan ngamping ini terus diadakan sehingga tidak hilang ditelan jaman.