Wednesday, June 26, 2013

MANCUNGKAN HIDUNG PANJANGKAN EKOR BEKANTAN PALOH

Oleh : Darmawan
Menyikapi keberadaan hutan bakau / mangroove  di Desa Sebubus merupakan sebuah anugerah dari Sang Pencipta, karena dengan aliran sungai  yang panjang dan bercabang-cabang serta indahnya bakau dengan akar yang kokoh sebagai penahan abrasi sekaligus tempat berkembang biaknya berbagai jenis spesies sehingga dapat dijadikan objek wisata.

Kondisi bakau yang masih alami, sehingga memudahkan spesies bekantan dan satwa lainnya seperti lutung, kera, burung untuk berkembang biak. Seringnya bekantan yang berada di hutan bakau terusik keberadaannya dengan banyak ditemukan aktifitas yang mengganggu. 

Melihat kondisi tersebut diatas, kami merasa terpanggil untuk melakukan pengamanan dan pengawasan demi kelestarian bekantan agar keberadaannya tidak punah, yang merupakan salah satu ciri
khas Paloh.


Ini dilihat dari jumlah populasinya menurun dari tahun ke tahun.kan aktifitas yang mengganggu, Maka dari itu kami bertekad untuk membentuk sebuah kelompok yang bertujuan menjaga sumber daya alam yang ada di Desa Sebubus kecamatan paloh, khususnya bekantan. Seringnya bekantan yang berada di hutan bakau terusik keberadaannya dengan banyak ditemukan aktifitas yang mengganggu, sehingga jika tidak dilakukan kegiatan pencegahan, maka kemungkinan besar akan terjadi kepunahan.  

Tantangan dan hambatan yang ditemui pada pelaksanaan pengamanan dan pengawasan yang dilaksanakan menurut mok lojai yang kesehariannya berada di lokasi bekantan :
- Masih ada yang memburu bekantan dan satwa lainnya untuk di makan dan di jadikan    umpan bubu kepiting karena kurangnya kesadaran masyarakat.
- Masih banyak orang beraktifitas di daerah bakau yang akhirnya mengganggu aktivitas bekantan
- Maraknya pembukaan lahan sampai kelokasi bakau.

Pemantauan  ini bermula ketika di buatnya tanggul pada tahun 2007
sehingga terlihat spesies bekantan dan satwa lainnya yang berdekatan dengan pemukiman penduduk, sehingga timbul pada tahun 2009 beberapa orang masyarakat untuk bersama melakukan pemantauan. Baru pada tanggal 05 Oktober 2012 kami membentuk sebuah kelompok pemantau bekantan yang diberi nama Kalilaek 
Paloh secara resmi.

Semoga Pemerintah maupun pihak-pihak terkait dapat membantu dan mendukung kegiatan ini dan menjadikan Sumber Daya Alam
yang ada di paloh sebagai pariwisata andalan Seperti Bakau terdapat Bekantan, Sungai ada Buaya muara dan tempat
Pemancingan sampai Ke Batu Bejamban.


BELA NEGARA KORAMIL 05 PALOH

Oleh : Darmawan
        Semangat perjuangan Rakyat Indonesia tidak perlu diragukan lagi sejak dari dulu waktu zaman penjajahan sampai sekarang masih tinggi dengan motto “ NKRI HARGA MATI “ bukanlah isapan jempol apalagi menyangkut daerah perbatasan khususnya kecamatan paloh yang juga punya sejarah tersendiri. 

       Perlawanan rakyat (wanra) dibawah naungan ABRI merupakan suatu wadah untuk rakyat ikut serta dalam membela Negara, “pak kamarudin, 57, sejak tahun 1972 sudah ikut serta dalam pengejaran dan penumpasan pgrs bersama pasukan Bukit Barisan, Kujang Siliwangi, RPKAD, sampai sekarang masih aktif dalam bela negara koramil 05 paloh.

     Hal senada juga di ungkapkan pak Hasan,51, yang ikut aktif menjadi Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di berbagai tempat di paloh dan sambil mengenang kisah temannya yang gugur dalam perjuangan. Patok Batas Negara bagi anggota wanra tidak asing lagi bagi mereka, di karenakan pekerjaan mereka banyak berada di hutan sehingga mengenal daerahnya dengan baik. Sewaktu di perlukan untuk menunjukkan patok-patok tersebut mereka dengan cekatan dengan tidak memerlukan waktu yang lama dapat menemukannya. 

         Walaupun wanra sudah berubah nama menjadi Bela Negara di tahun 2013 ini, tentunya semangat para orang tua dalam membela Negara dapat di ikuti generasi muda sekarang. Tentunya dengan adanya perubahan  ini dapat membawa angin segar bagi para bela Negara, sehingga dapat lebih di perhatikan oleh pemerintah.        
 


PEDULI DESA

Oleh : Darmawan
Kecamatan Sajingan merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia yang ada di Kabupaten sambas Seperti di tempatku Paloh, tentunya cerita tentang perbatasan tak jauh berbeda. 
Perjalananku kali ini kesajingan di ajak oleh bang mering selaku meneger program untuk mengikuti lokakarya peduli desa yang
diadakan pnpm peduli dengan pola kemitraan oleh People Forest reef YPPN di aula kantor Camat Sajingan Kabupaten Sambas, Kamis (20/5). 
Sebagai bloger perbatasan menambah wawasan sangatlah menarik, apalagi kegiatan ini di hadiri oleh staf ahli Kementrian Pembengunan Daerah Tertinggal (KPDT) Ahmad Syaifudin, Camat Sajingan, bang Manto (PLB), pak Urai Burhanudin (Pertanian). 

 Walaupun SKPD Sambas yang di undang banyak yang tidak hadir di karenakan kesibukan masing-masing, tidak menyurutkan harapan
masyarakat sui Bening dan Tran Desa Sebunga untuk menyampaikan tentang permasalahan yang mereka hadapi di dalam lokakarya tersebut.
 Ketertarikan Ahmad Syaifudin untuk hadir berawal dari menonton program Border Bloger Movement di TVRI dan menyatakan bersedia untuk ikut sekaligus melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakat perbatasan, dalam hal ini dia juga menjelaskan tentang program-program yang ada di KPDT tinggal bagaimana SKPD Sambas menanganinya.
 Inti dari hubungan antara masyarakat dan SKPD adalah harus seringnya berkomunikasi atau bersilaturahim sehingga untuk menyampaikan program- program yang akan di buat bisa nyambung dan tahu bagaimana caranya.