Saturday, March 29, 2014

MENCARI SOLUSI DAMPAK PEMBANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN




     Kelompok pemantau bekantan kalilaek paloh adalah sebuah lembaga lokal dengan salah satu bidang kerjanya adalah perlindungan terhadap hutan, satwa dan tumbuhan langka yang ada di Kecamatan paloh kabupaten sambas, lembaga ini berusaha untuk bekerjasama dengan berbagai pihak dengan mengadakan acara ramah tamah dan mencari solusi dari dampak pembangunan terhadap lingkungan (24/3). Tamu undangan yang hadir pada acara tersebut dari Dinas Kehutanan Sambas, Dinas DKP Sambas, Badan Lingkungan Hidup Sambas, Bapedas Kapuas Pontianak, Muspika Paloh, Kamla, Bais, Kades Sebubus dan Tokoh Masyarakat.      
     Adapun presentasi yang dilakukan lembaga kalilaek paloh adalah melalui gambar, Paloh salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Negara Malaysia, pada saat ini banyak diperhatikan dalam hal pembangunan infrastruktur. Mengingat daerah terdiri dari pesisir laut, sungai dan daratan yang memiliki banyak potensi sumber daya alam yang luar biasa seperti :
     1. Hutan dan gunung yang juga terdapat berbagai jenis satwa dan tumbuhan langka
     2. Laut terdapat terumbu karang, berbagai jenis ikan dan dipantai terdapat penyu
     3.`Manggrove sebagai penahan abrasi dan tempat berkembang biaknya berbagai jenis spesies   termasuk bekantan
     4. Sungai terdapat buaya, arwana dan berbagai jenis ikan lainnya 
    
     Dengan maraknya pembangunan yang ada seperti jalan, jembatan, pelabuhan, penimbunan menggunakan tanah/pasir, pembuatan rumah dan  perahu  nelayan tentunya banyak menggunakan bahan dasar dari kayu. Pembukaan tambak dan pembukaan lahan perkebunan secara besar-besaran di hutan HP, Lindung dan TWA oleh masyarakat perlu diantisifasi agar tidak terjadi konflik kedepan.

     Disatu sisi masyarakat sangat bersyukur daerahnya dibangun namun disisi lain juga harus memperhatikan dampak negatifnya seperti hilangnya hutan maupun manggrove  berarti terancam hilangnya berbagai satwa dan tumbuhan langka dan tidak ada tempat resapan air. Penebangan hutan kemudian dibakar serta penjualan hutan kawasan yang dibeli oleh pengusaha puluhan sampai ratusan hektar untuk penanaman sawit tanpa izin kemudian dibentuk koperasi yang mengatas namakan masyarakat untuk mengelabui.
    
     Untuk menjaga lingkungan serta keseimbangan ekosistem yang ada, Lembaga Kalilaek Paloh sangat mendukung adanya pelestarian hutan, satwa dan tumbuhan langka yang ada di Paloh.
     Mencari solusi tentang kawasan-kawasan yang sudah gundul dengan reboisasi dengan tanaman kayu-kayuan maupun buah-buahan, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang bermukim disekitar hutan.

     Yang perlu diperhatikan juga ancaman hilangnya satwa dan tumbuhan di lokasi APL perlu dicarikan solusinya, pendekatan kemasyarakat dengan sosialisasi harus sering dilakukan. Adanya larangan tentunya harus ada solusi dan perlu adanya kerjasama serta dukungan dari berbagai pihak.

2.  Camat Paloh
     Setiap SKPD yang ada harus melihat langsung keadaan dilapangan sehingga informasi yang didapat lebih akurat dan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan hutan kawasan seperti TWA menjadi tempat wisata termasuk melindungi satwa-satwa yang ada dipaloh, mereboisasi hutan digunung sebagai penyangga penyerapan air untuk masyarakat mengingat setiap musim panas air yang disalurkan melalui pipa ledeng dari gunung tidak mengalir airnya. Pak camat juga mengingatkan Tentang penjualan lahan yang tidak sesuai aturan kepada kepala desa jangan sembarangan membuatkan surat-menyurat.
    

3.  Dinas Kehutan Bidang Kawasan Kab. Sambas (Sarno)
     Menyikapi tentang jual beli lahan dihutan kawasan, memanfaatkan hasil hutan non kayu seperti getah, rotan, buah-buahan dan  jangan hanya mengharapkan hasil kayunya

4.  Bapedas Kapuas Pontianak (Heru)
     memaparkan Tugas dan Fungsi bapedas
     - Merehabilitasi hutan dan lahan             
     - Hutan Desa
     - Hutan Kemasyarakatan
    - Hutan Tanaman Rakyat
     - Memberikan pelatihan dan alat pengelolaan madu dan lain sebagainya


 5.  DKP Kabupaten Sambas ( Sriawan )
     - Paloh kaya akan keanekaragaman Hayati, Flora dan Fauna
     - Perlu dukungan masyarakat untu segera penetapan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) menyangkut satwa-satwa langka penyu, pesut dan arwana
     - Membuat perencanaan zona peruntukan kawasan, zona pemanfaatan, zona inti untuk melindungi satwa

6.  LH Kabupaten Sambas (Apriadi )
     - Gambaran tupoksi LH yang menkoordinasikan tentang lingkungan hidup
     - Laporan masyarakat di BLH tentang lingkungan
     - Dampak lingkungan akibat pembangunan sesuai kadarnya, kecil, sedang, berat
     - Mohon bantuan WWF untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan lingkungan di pantai peneluran penyu
     - Meninjau kembali dengan adanya PT yang masuk kepaloh dari pekerjaan penebangan, pengangkutan, material dan sebagainya
     - Setiap Perkebunan sawit yang melebihi dari pengelolaan perorangan harus melengkapi dengan izin usaha

7.  WWF Program KALBAR (Drh. Dwi Suprapti)
     - Penurunan Penyu sangat drastis
     - Pantai Desa Sebubus menjadi Hot Spot peneluran penyu
     - Sekarang akses jalan kepantai sangat mudah
     - Harapan menutup jalan kecil menuju kepantai yang sudah ada, mereboisasi hutan vegetasi yang rusak serta mempertanyakan fungsi jalan-jalan kecil/gang yang dibuat kelokasi peneluran penyu sehingga memudahkan perburuan telur penyu
     - Mengajak kawan-kawan mensosialisasikan tentang penyu kemasyarakat sampai kedunia inter nasional
     - Mengadakan join patrol dengan pihak keamanan dan masyarakat 

Inti dari semua ini adalah apapun kegiatan atau program yang akan dilaksanakan tentunya membawa dampak manfaat kepada masyarakat sekitar dengan memberikan pencerahan tentang lingkungan yang ada  dan memanfatkannya dengan konsep hutan lestari.

PEMUDA PEMIMPIN MASA DEPAN



Oleh : Darmawan
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa tentu perlu ditumbuh kembangkan dalam hal patriotisme, dinamika, budaya, prestasi dan semangat profesionalitas dan meningkatkan partisifasi dan peran aktif pemuda dalam membangun dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam hal ini Dinas PORABUDPAR Kab. Sambas mengadakan
pendidikan dan pelatihan dasar kepemudaan untuk menciptakan pemimpin yang berkepribadian berkarakter dan berdaya saing  pada (20/3)di sambas, kegiatan ini dibuka oleh Sekda Kab. Sambas yang hadiri siswa-siswi sma/smk, guru pendamping,  mahasiswa dan lembaga kalilaek paloh.

Walaupun pelatihan kepemimpinan ini waktunya sangat singkat namun dilaksanakan dengan penuh semangat ditambah yel-yel pembakar semangat : Pemuda.. Jaya, Olahraga.. Maju, Siapa Kita.. Indonesia, NKRI.. Harga Mati. Inti tujuan dari pembangunan kepemudaaan adalah menciptakan Pemuda yang beriman dan bertakwa; (Karakter) Berakhlak mulia; (Karakter) Demokratis; (Karakter) Bertanggungjawab; (Karakter) Sehat, cerdas, kreatif, inovatif, dan mandiri; (Kapasitas) Berjiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan. (Karakter & Kapasitas) Berjiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan (Karakter & Kapasitas), Berdaya saing; (Daya Saing), Tentang kepemudaan ini diatur dalam UU NO. 40 TAHUN 2009

Selain tanya jawab juga diberi kesempatan untuk menyampaikan program-program tentang kepemudaan, sebagai pemuda daerah perbatasan lembaga kalilaek bersama siswa-siswi sma/smk sambas dalam satu grup memberikan usulan program. Pertama membuat pemetaan tentang permasalahan, potensi, sosial budaya yang ada di tempat masing-masing. Kedua membuat kelompok usaha pemuda produktif dalam membangun dan meningkatkan perekonomian. Ketiga mengajak para mahasiswa yang sudah selesai kulian untuk kembali tempat asal mereka dalam gerakan membangun desa sehingga ilmu yang ada dapat dikembangkan. Keempat membuat program kegiatan nyata berupa percontohan diberbagai bidang, bukan selalu menadahkan tangan. Kelima memberikan pelatihan jurnalisme kampung kepada pemuda untuk mengenalkan daerah masing-masing. Perlu diingat sejarah membuktikan bahwa perjuangan Bangsa Indonesia tak lepas dari pemuda dan ingatlah kata-kata Presiden RI ke-1 SOEKARNO “ beri aku 1000 orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia.           

OLAHRAGA TRADISIONAL “PERANG TELUR PENYU”

Oleh : Darmaone
Perang telur penyu merupakan jenis olahraga tradisional yang menggunakan otot ringan dan bernuansakan seni, adat istiadat serta ritual keagamaan, Ki Asni warga dusun jeruju desa sebubus kecamatan paloh menuturkan kisah sejarah tentang olah raga ini sudah ada sejak Jaman Sultan M. Syafioedin Maulana yang pada saat itu pantai masih menyatu dan sistem pajak telor sudah ada meliputi dari Tj. Bayung ( jawai) sampai Tj. Dato (Temajuk).

Penguasaan akan penyu ini bermula dari H. Abdullah anak raja bone yang datang kepaloh dan bermukim di Tj. Gelumbung atau pulau tua sampai belanda masuk kesambas dan sistem pajak kemudian dibagi menjadi  dua. Yang membuat ramai daerah ini adalah dengan datangnya para nelayan dari china setiap tahunnya yang berlabuh dipulau kambang dan seterusnya pengelolaan penyu ini diserahkan kepada pak mohctar. 
 
Perang telur ini dimulai antara bulan januari – maret dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada seluruh masyarakat, kegiatan ini dimulai dengan acara ritual didarat bersama masyarakat dengan pembacaan do’a tolak bala oleh tokoh agama dangan menyiapakan berbagai macam kue yang nantinya akan dimakan secara bersama. Khusus dalam acara ini, telor penyu hanya diambil dan dikumpulkan hanya satu malam jadi tidak boleh lebih. Sedangkan acara perang telur dipimpin oleh pemangku adat dengan membagi peserta dengan dua team, satu team darat dan satunya lagi team laut. 
 
Masing-masing team dibekali dengan ketupat yang berisi ampas kelapa dan telor penyu yang dimasukkan kedalam kantong. Setelah kedua team siap pemangku adat memberi aba-aba perang dimulai, yang menyerang pertama adalah team darat dengan pembukaan seranggan menggukan ketupat setelah itu baru menggunakan telor penyu sampai team laut mundur sampai masuk ke laut sebatas leher.
 
Kemudian team laut berunding untuk membalas serangan, ditengah suka cita team darat merasa sudah memukul mundur team laut dan tanpa disadari team darat team laut melakukan serangan balasan sehingga team darat kewalahan dan menyerah dengan mengibarkan bendera putih.

Setelah terjadi kesepakan bersama antara kedua team, maka mereka melempari masyarakat yang hadir dilokasi disinilah terjadi pembauran saling lempar melempar. Dengan menangnya team laut hal ini dimaksudkan sebagai simbol agar penyu-penyu semakin banyak berdatangan dan bertelor di pantai paloh, namun olah raga seni budaya ini sudah tidak lagi dilaksanakan sungguh perlu dicarikan solusinya agar budaya ini dapat hidup kembali tentunya dapat disesuaikan dengan keadaan jaman sekarang.

Tuesday, March 18, 2014

AKSI LEMBAGA KALILAEK PALOH

Oleh : Darmaone
Lembaga Kalilaek paloh kali ini membuat aksi dengan memasang tiga jenis baliho himbauan, satu tentang  hutan, manggrove, satwa, dan tumbuhan langka kedua tentang alat tangkap ikan yang ramah lingkungan ketiga khusus tentang bekantan dan satu ucapan selamat datang di Lokasi Pemantauan dan Penelitian Bekantan.

Pemasangan baliho ini dilakukan dibeberapa titik yaitu diliku, jeruju, setingga, merbau dan cermai, walaupun balihonya kecil-kecil semoga membawa arti dan makna yang besar, hal ini disesuaikan dengan kemampuan kawan-kawan lembaga.

Kami mengajak segenap elemen yang ada untuk bersama menjaga dan melestarikan alam demi anak cucu kita nanti, tidak ada kata terlambat jika ingin memulai sesuatu yang baik.     


Friday, March 7, 2014

PENELITIAN JEJAK SEJARAH BANGUNAN BELANDA

Oleh : Darmaone
Negara Indonesia memilki banyak nilai-nilai sejarah yang masih harus digali dan dikembangkan termasuk kec.Paloh Kab. Sambas Provinsi Kalbar berdasarkan tulisan-tulisan yang  ada membuktikan bahwa adanya peninggalan baik zaman Kerajaan Majapahit maupun VOC yang berada didaerah ini, mengingat paloh merupakan daerah perairan tempat berlabuhnya kapal.

Salah satu yang terlihat  sisa-sisa bangunan yang terletak  di cermai Desa Sebubus, mengingat situs-situs sejarah yang semakin berkurang membuat Mahasiswa Jurusan Adab STAI Sambas melakukan kegiatan Study Tour untuk menyelusuri Jejak Arkeologgi VOC di Sambas yang didampingi oleh Dosen.

Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari mulai (6/3) yang berkerjasama dengan Lembaga Pemantau Bekantan "Kalilalaek Paloh" beserta masyarakat dan aparat keamanan, tentunya dengan melihat kondisi saat ini bangunan yang sudah tinggal  sisa-sisanya saja.

Kedepan perlu adanya penelitian lebih lanjut dan libih akurat tentang berapa lama bangunan ini berdiri dan juga  tempat lainnya,  tentunya perlu adanya dukungan dari Pemerintah dan Pihak terkait dalam hal ini..

Karena ketidaktahuan masyarakat pada awalnya akan pentingnya nilai sejarah akan situs ini  sehingga banyak barang -barang peninggalan yang diambil sampai besi pondasi bangunan juga tak luput jadi incaran. 
Lembaga Kalilaek Paloh yang juga bergerak dibidang Seni dan Budaya berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan berupaya untuk mendaftarkan situs ini menjadi Cagar Budaya lewat Dinas PORABUDPAR Kab. Sambas tinggal menunggu hasilnya apakah
layak atau tidak menjadi Cagar Budaya.




Friday, February 28, 2014

PRAJURIT KECIL CINTA LINGKUNGAN

Oleh : Darmaone
Anak-anak merupakan anugrah dan amanah yang diberikan Allah SWT kepada kepada kita, dengan memberikan cinta, kasih sayang, pendiidikan yang layak dan mengarahkan mereka kejalan yang berguna dan bermanfaat membuat mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pengenalan akan alam dan lingkungan harus dimulai sejak dini mengingat perputaran roda dunia dari waktu-kewaktu semakin banyak
perubahan, tak luput dari kegiatan yang kulakukan prajurit kecilku selalu ingin ikut dalam aktifitas yang berhubungan dengan alam belum lagi anakku yang kecil yang berumur 2 tahun yang biasanya dibawa kelokasi bekantan sampai menangis ingin ikut.
Acara bersih pantai sedunia yang juga dilakukan dipantai peneluran penyu Desa Sebubus Kecamatan paloh kabupaten Sambas (23/2) 2014 bersama WWF, Mahasiswa STP Jakarta, Mahasiswa Kehutanan Untan Pontianak yang sedang magang sekaligus melakukan penelitian, Kelompok Pemantau Bekantan Kalilaek Paloh, Pokmaswas, Bujang
Dare Penyu juga ikut dalam kegiatan ini.

Prajurit Kecil sangat antusias memungut sampah-sampah yang ada walau dalam cuaca terik sinar matahari tidak menyurutkan langkah mereka, berbagai merk sampah dari dalam dan luar negeri yang hanyut terbawa gelombang laut ini segera dikumpulkan.Setelah lelah beraktifitas untuk menghilangkan rasa jenuh, mereka bermain gelombang air laut sambil mencari remis ( jenis tiram kecil yang ada dipantai ).

Tentunya kedepan kegitan ini perlu dikembangkan mengingat sampah ini setiap tahun semakin bertambah, jadi perlu melibatkan banyak elemen baik masyarakat, instansi pemerintah, swasta serta ormas-ormas yang ada sehingga aktifitas ini lebih baik dan menarik.  
     

Thursday, February 13, 2014

SILATURRAHIM PERDANA LEMBAGA KALILAEK PALOH

Oleh : Darmaone
Lembaga Pemantau Bekantan Kalilaek Paloh yang mulai exis dengan kegiatannya mengadakan acara pada ( 13/02) 2014 yang dihadiri oleh Dinas Porabudpar Kab. Sambas, MUSPIKA Paloh, Kades Sebubus, Ketua HNSI Paloh, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuda, Ibu-ibu Pkk, Kelompok Tani, dan Kader Posiandu.

Acara ramah tamah dan silaturrahim perdana yang dilaksanakan di Komplek Pesantren Akhlakul Karimah ini dimaksudkan untuk mensinergiskan kegiatan lembaga dengan Dinas terkait yang berkaitan dengan menciptakan dan membangun pemuda dengan program kewirausahaan.

Selain kata sambutan, presentasi tentang lembaga, diskusi ditambah pemaparan pola hidup sehat dari Herbalife juga diiringi hiburan dalam penyambutan tamu dengan menampilkan Dzkir Maulud dari Merbau yang merupakan budaya masyarakat setempat menambah suasana menjadi meriah.

Tak lupa dalam penyajikan menu ala kampung seperti kepah, tengkuyung, ikan, lalapan dan sambal terasi yang semuanya bahan ini banyak terdapat disekitar hutan manggove.

Tentunya lembaga selalu berusaha menjalin kerja sama dengan masyarakat,   Pemdes, MUSPIKA, Pemerintah maupun lembaga yang lain dalam membagun daerah ini diberbagai sektor mengingat paloh memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan kedepan.  

Monday, January 27, 2014

LANGKAH KECIL MENUJU PERUBAHAN

Oleh : Darmawan
Suatu perubahan akan berhasil harus dimulai dari diri sendiri dan mulai dari yang kecil, tahap-demi tahap melangkah dengan suatu tekad dan keyakinan ap yang sudah dimulai akan mendatangkan keberhasilan.
Kalilaek Paloh adalah adalah organisasi masyarakat yang berada di Desa Sebubus Kecamatan Paloh kabupaten Sambas sejak berdiri (10/10) tahun 2012 ini  berusaha membuat suatu kegiatan yang berguna dan bermanfaat dilingkungan tempat mereka berada. 
Tentunya agar tidak dianggap organisasi liar lembaga ini melengkapi diri dengan Akta Notaris, Surat terdaftar di Kesbangpolinmas, NPWP sebagai kelengkapan administrasi suatu organisasi. Saat ini Kalilaek Paloh bergerak dibidang Perlinduhan Hutan, Satwa, dan tumbuhan yang ada dipesisir laut, sungai dan darat Kecamatan Paloh. 
Mengingat Potensi Sumber Daya Alam yang besar seperti adanya Hutan, Manggrove, Tumbuhan, Bekantan serta berbagai satwa  endemik Paloh lainnya perlu adanya suatu gerakan untuk melindungi. 
Tidak hanya dibidang perlindungan mengingat kultur, sosial budaya yang ada dimasyarakat perlu juga dikembangkan seperti dibidang pendidikan baik formal maupun non formal berupa pelatihan keterampilan, pemuda dan olah raga, seni budaya dan tak kalah pentingnya adalah pengembangan usaha disektor pertanian,  
 
perikanan, perkebunan, perterkan dan pariwisata karna paloh memiliki wilayah yang berbatas dengan laut dan darat yang cukup luas.
Dengan adanya potensi-potensi ini sangat perlu dikembangkan kedepan apalagi paloh adalah salah satu daerah perbatasan dengan Negara Malaysia yang perlu diperhatikan dari segi SDM.
 
Tentunya perlu ada kerjasama dan dukungan, baik dari Pemerintah maupun Ormas yang ada dikarenakan usia lembaga Kalilaek Paloh masih sangat muda dan masih banyak keterbatasan. 

Penyerahan baju club bola ke pemuda

Manggrove/Bakau
Penanaman bibit karet untuk okulasi
Penanaman bibit karet untuk okulasi



Tengkuyung Bakau
















 

Monday, November 25, 2013

LOBANG MULAI TERTUTUP

Oleh : Darmawan
Masyarakat Desa Sebubus Kecamatan Paloh Merasa Lega ditahun 2013 ini lobang-lobang yang ada dijalan kini mulai tertutup, walaupun masih dalam tahap pengerjaan mudah-mudahan dapat sampai ke merbau sehingga masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan yang telah lama dinanti.

Jalan Penuh lobang ini dibangun sejak zaman Pak Harto, merupakan akses yang sangat penting karna menghuhubungkan jalur menuju daerah perbatasan. Semoga Program Pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah untuk perbatasan sesuai dan tepat sasaran.      

RESTOCKING BENIH IKAN DISUNGAI PALOH

Oleh : Darmawan
Sungai paloh miliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dalam bidang perikanan, baik perikanan air asin, payau dan tawar.  Restocking adalah Kegiatan berupa penebaran benih ikan dengan jenis ikan jelawat disungai bemban salah satu anak sungai Paloh yang berada di Desa Sebubus Kecamatan Paloh.

Kegiatan ini dilaksanakan pada (24/11) oleh Pak Budi Kabid Nelayan Tangkap, Isnul, Heru, M.Nopianto dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas beserta Junaidi HNSI Kec.Paloh  dan Dua Kelompok Nelayan Desa Sebubus Pesisir Mutusan, Sumber Rejeki.

Adapun benih ikan jelawat yang ditebar sebanyak 290.000 ekor, begitu dilepas ikan bergerak dengan lincah langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru dengan tidak mengalami stres. Hasil dari Restocking ini akan dilihat setahun kedepan, jika berhasil maka akan menabur benih ikan dengan jenis yang lain.


Dengan adanya kegiatan ini akan menambah jumlah jenis ikan yang ada disungai paloh yang tentunya dapat memberikan dampak positif pada peningkatan hasil nelayan, dan disela-sela kegiatan juga memberikan bantuan kepada masyarakat Sungai tengah berupa dua buah perahu fiber.

Kerjasama Pemerintah maupun masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga aliran sungai agar tidak tercemar dan memperhatikan alat tangkap yang digunakan harus ramah lingkungan sehingga tidak merusak habitat ikan yang ada sehingga populasi ikan selalu ada dan berkembang sampai anak cucu kita nanti.         

Tuesday, November 19, 2013

PASAK BUMI BUATANKU

OLeh : Darmawan
Pasak Bumi adalah hasil hutan non kayu yang masih banyak dijumpai ditempatku paloh, karena hasiatnya yang sudah terkenal untuk kesehatan.
Sebagai salah satu tempat penghasil pasak bumi ini tentunya memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. Khusus ditempatku selain dijual dalam bentuk bahan mentah sekarang sudah membuat dalam bentuk seperti gelas termasuk diriku yang sudah mulai mencoba walaupun sementara ini untuk dipakai pribadi dan tidak menutup kemungkinan kedepan untuk cendramata jika orang-orang berkunjung ke Paloh.
Untuk hasil kreasi dari pasak bumi jangan salah pilih, ada jenis kayu ditempatku yang namanya empaik rasanya sama dengan rasa pasak bumi. Biasanya kayu ini dibuat untuk gagang parang/pisau.         

SELAMATKAN HUTAN PALOH

Oleh : Darmawan
Kecamatan Paloh dilihat dari letak geografis yang terdiri dari lautan dan daratan  mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan alam, apalagi termasuk salah satu daerah di Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia yang meiliki berbagai macam keanekaragaman sumber daya hayati dan ekosistemnya.

Secara Topografi Paloh terdiri atas kawasan Area Penggugunaan Lain (APL), Hutan Lindung, Hutan Produksi (HP) dan Taman Wisata Alam (TWA) Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provisi KALBAR adalah dengan SK. Menhutbun No. 259/kpts-II/2000 pada tanggal 23 Agustus Tahun 2000. Hutan Lindung Bakau 7.720 Ha, Hutan Lindung 22.479 Ha, TWA 25.558 Ha, HP 30.300 Ha. 

Dengan adanya penetapan kawasan ini dimaksud untuk melindungi hutan, satwa maupun tumbuhan langka yang ada di Paloh namun melihat kondisi pada saat ini maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan di hutan kawasan yang sudah sampai dipesisir pantai, bahkan terjadinya penjualan lahan kawasan oleh orang-orang tertentu untuk keuntungan pribadi.

Sebagai salah satu contoh yang banyak menghabiskan hutan adalah perkebunan sawit yang semakin marak, lahan yang dibeli dihutan kawasan sampai ratusan hektar dan tak tanggung-tanggung dengan mendatangkan alat berat. 

Jika sudah puluhan sampai ratusan hektar bukan lagi pengelolaan secara pribadi namun perusahaan, dan ada lagi yang mengatas namakan masyarakat melalui Koperasi yang pengelolaan lahan untuk sawit di hutan kawasan . Nah disinilah letak permainan si pembeli dan penjual dengan melengkapi Surat Pernyataan Tanah di hutan kawasan yang secara hukum tidak di benarkan. 

Dengan hilangnya hutan tentunya memiliki dampak ancaman yang sangat besar bagi ekosistem yang ada seperti hilangnya berbagai jenis tumbuhan langka, burung, bekantan bahkan penyu  juga ikut terancam dan satwa lainnya. Satwa yang berpindah  tentunya mencari daerah baru yang lebih  aman yaitu ke hutan Negeri Tetangga akibat hutan tempat asalnya sudah tidak aman lagi, begitu ruginya daerah  kita jika sampai kehilangan. 

Dalam hal ini sebelum terjadinya kerusakan yang lebih parah perlu kerjasama untuk mengantisifasi dan mencari solusi baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan dan  Desa  maupun Masyarakat, serta Lembaga lingkungan Dunia yang ada dipaloh dan lembaga setempat yang peduli terhadap lingkungan sebab jika tidak segera diatsai yang akan menanggung akibat dari dampak lingkungan ini adalah kita semua. 

Dan ingatlah Al-Qur’an Surah Ar-Rum Ayat 41 : Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari ( akibat ) perbuatan mereka, Agar mereka kembali ( kejalan yang benar )