Sunday, July 29, 2012

SISA BANGUNAN JAMAN BELANDA

Oleh : Darmawan
Bagi orang-orang yang selalu berpergian ketemajuk tentunya tidak pernah mengira bahwa di cermai desa sebubus kecamatan paloh tempat yang selalu di lewati dulunya adalah tempat yang ramai, karena disini terdapat pabrik kayu jaman belanda. 
Ketika aku mengajak seorang teman untuk melihat tempat ini dia terheran-heran tak menyangka ada tempat seperti ini di cermai, wajar saja banyak yang tidak tahu karena sisa-sisa bangunan sudah tertutup pepohonan dan tertimbun pasir. 
Hasanah atau lebih akrab dipanggil ndek sanah yang merupakan orang paling tua yang masih hidup sudah turun temurun tinggal di cermai ini, menuturkan bahwa  jalan yang sekarang kita gunakan dulunya adalah jalur rel lokomotif sampai sungai belacan yang paling banyak ada di km6 Lokomotif yang digunakan ada beberapa buah berfungsi untuk mengangkut kayu .
Masih kuat di ingatan nenek ini tentang pengelola pabrik ada yang bernama tuan alio, sum, timpang begitu panggilan masyarakat cermai kepada orang belanda ini. Dan juga tentang kapal yang masuk muara sungai maka akan terdengar suara sirine, salah satunya ada yang bernama silalang tidak seperti muara sekarang yang dangkal dan terputus antara pulau haji sani dan selimpai yang tak bisa dimasuki kapal besar. 
Untuk melihat tempat ini dari mulai dari pelabuhan cermai sekitar 200 M dan 6 M dari tepi jalan sebelah kanan sebelum perkampungan penduduk sisa-sisa bangunan seperti kolam beton memanjang sampai ketepi sungai dan terowongan serta sisa batu bara yang berserakan masih bisa terlihat. 
Pada waktu besi bekas laku mulai dari rel, lokomotif maupun besi dibangunan yang ada diambil untuk dijual. Apakah kemungkinan masih ada harta karunnya kali ya……  

No comments:

Post a Comment