Tuesday, January 3, 2017

Melirik Potensi Mangrove Sebagai Alternatif Sumber Pangan





Bagian II
Dari hasil penelitian bahwa banyak spesies mangrove yang secara tradisional sudah dikonsumsi oleh masyarakat pesisir, namun pemanfaatan mangrove sebagai bahan pangan hanya bersifat insidentil atau dalam keadaan darurat jika terjadi krisis pangan, sebenarnya ada buah mangrove yang dapat secara spesifik di manfaatkan sebagai sumber pangan kaya karbohidrat yaitu dari spesies (Bruquiera gymnorrhiza) lindur atau tumok. Buah mangrove jenis lindur dapat dieksplorasi menjadi bahan pangan alternative, buah jenis inidapat diolah menjadi tepung kandungan gizinya terutama karbohidrat sangat dominan sehingga bisa di jadikan sumber pangan baru berbasis sumber daya lokal mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga bisa membudidayakan mangrove jenis lindur ini disepanjang garis pantai.
Tepung ini mempunyai derajat putih yang rendah tetapi justru dalam aplikasi untuk pengolahan pangan tidak dibutuhkan pewarna makanan secara alami buah lindur atau tumok        (Bruquiera gymnorrhiza)ini memberikan warna kecoklatan bisa dibentuk menjadi adonan yang kalis dan mempunyai kandungan amilosa hampir sama dengan beras yaitu sekitar 17%.Tepung buah lindur yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria tepung yang bisa dikonsumsi.Kadar air, karbohidrat, abu dan serat sudah memenuhi standar SII untuk tepung. Faktor pembatas buah lindur antara lain tanin dan HCN juga berkurang secara signifikan dengan pengolahan sehingga tepung buah lindur ini aman untuk dikonsumsi.
Buah mangrove jenis lindur (Bruquiera gymnorrhiza) yang secara tradisional diolah menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau dimakan langsung dengan bumbu kelapa mengandung energi dan karbohidrat yang cukup tinggi, bahkan melampaui berbagai jenis pangan sumber karbohidrat yang biasa dikonsumsi masyarakat seperti beras, jagung singkong atau sagu. Kandungan energi buah mangrove ini adalah 371 kalori per 100 gram, lebih tinggi dari beras (360 kalori per 100 gram), dan jagung (307 kalori per 100 gram). Kandungan karbohidrat buah bakau sebesar 85.1 gram per 100 gram, lebih tinggi dari beras (78.9 gram per 100 gram) dan jagung (63.6 gram per 100 gram).


Selain lindur (Bruquiera gymnorrhiza) masih ada tumbuhan mangrove yang berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional penurun tekanan darah adalah buah pedada atau gerambang (Sonneratia). Buah pedada merupakan tumbuhan mangrove yang kaya akan kandungan serat dan mineralmaupun vitamin yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia menjadi produk olahan pangankhusus di Sebubus ada dua jenis namun yang digunakan adalah Sonneratia ovate, buah pedada memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dimana di dalam buah pedada terkandung beberapa senyawa bioaktif diantaranya favonoid, luteolin, dan luteolin 7-O-ß-glucoside, steroid, triterpenoid, dan turunan benzenecarboxylic, dan Oleanolic acid, ß-sistosterol-ß-D-glucopyranoside. Dengan demikian, berdasarkan kandungan kimia buah pedada dapat disinyalir berpotensi sebagai antioksidan dan agen hipotensif
Buah pedada mengandung beberapa senyawa bioaktif diantaranya favonoid, luteolin, dan luteolin 7-O-ß-glucoside (Wu et al., 2009), steroid, triterpenoid, dan turunan benzenecarboxylic dan Oleanolic acid, ß-sistosterol-ß-D-glucopyranoside.Ekstrak buah pedada memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan mampu mencegah peroksidasi lipid.Adapun Manfaat Sirup Buah Mangrove jenis pedada atau(Sonneratia ovate) berdasarkan penelitian dengan Nilai keunggulan antara lain adalah memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi (50,1 mg/100 gr sirup), dan mengandung iodium dengan kadar 0,68 mg/kg sirup.
Dalam tubuh vitamin C berfungsi sebagai antioksidan 28,67 (EC50) µg/ml)serta Peroksidasi Lipid 15,49(IC50) µg/ml, sedangkan Iodium untuk sistesis hormon tiroksin, yaitu suatu homon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan. sirup “ Mangrove” telah layak dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari bahan berbahaya dan beracun, sehingga aman untuk dikonsumsi dan diproduksi secara berkelanjutan.Sirup buah pidada Mangrove yang memiliki rasa dan aroma yang khas, serta beriodium dan bervitamin C, B1, B2, A.
Berdasar uraian diatas berbagai jenis buah mangrove yang ada cocok untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal baru, terutama di Kecamatan Paloh sebagai daerah pesisir yang memiliki mangrove yang luas serta kondisinya masih bagus.Tentunya dengan segala potensi yang ada perlu adanya dukungan dari segala pihak dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan pengembangan ekonomi produktif masyarakat.
Dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment